Friday, May 26, 2017

NGAJI di WARTEG: Ramadan dan Sulaiman Spirit




Assalamualaikum.

Alhamdulillah, bulan yang ditunggu-tunggu telah datang. Sudah siap menjalani hari-hari istimewa di bulan yang super istimewa ini? Semoga semua persiapan yang telah kita lakukan menjadikan kita maksimal beribadah di bulan Ramadan, insya Allah, aamiin.

Berikut ini, saya salinkan tulisan dari Daarul Quran soal Sulaiman Spirit. Semoga bermanfaat.

Wednesday, May 24, 2017

Jodohmu adalah Dia



Assalamualaikum.

Sekali-sekali bikin puisi cinta, ah. Ini ditulis sehabis ngobrol ngalor ngidul sama bapake si kembar. Cieee...

Ternyata, pernikahan itu ga mudah. Apalagi pernikahan beda bangsa dan negara. Dan kalo sampe detik ini saya dan bapake masih bersama, itu karena kasih sayang Allah Ta'ala kepada kami. Alhamdulillah. Semoga dirimu tetap sabar menemani diriku mencari keridhoan Ilahi plus one way ticket to Jannah, ya 'pake. Aamiin. Hari ini ga ada yang istimewa, karena setiap hari bersamamu adalah istimewa. Eeaaa. Ada yang mau muntah? 😛

Foto di atas diambil di Botanik Park pas ada sepasang pengantin lagi foto-foto post-wedding. 😉

Abis ijab kabul, foto-foto di taman, seharian. Abis itu, seminggu kemudian terasalah hidup perkawinan yang sesungguhnya. Huahahaha. Horor. 😄

Jodohmu adalah Dia

Monday, May 22, 2017

Kacang Bawang Gurih Renyah Tanpa Santan




Assalamualaikum.

Kacang bawang. Kudapan khas hari raya yang makannya sekejap, bikinnya berjam-jam. Karena itu, saya ga pernah sekalipun melirik kudapan ini dan ga pernah niat pengen bikin. Tapi, ibu saya termasuk yang rajin membuat kacang bawang. Dan ketika saya kembali ke Antep membawa kacang bawang buatan ibu, kakak ipar ternyata doyan, sodara-sodara. Jadilah tiap mudik ke Jakarta, pesenannya cuma satu: kacang bawang.

Kacang tanah di Antep ga seperti kacang tanah di Indonesia. Kacangnya besar-besar dan ga semanis kacang Indonesia. Saya kadang beli sedikit untuk sekedar membuat bumbu kacang. Biasanya orang Antep mengudap kacang tanah sembari ngeteh. 

Pas kakak ipar punya stok kacang tanah kulit banyak, pas saya dikasih pula sedikit. Tadinya saya pikir saya mau bikin bumbu kacang buat gado-gado dan sate ayam. Lupakanlah. Yang doyan bumbu kacang ya cuma saya. Akhirnya, saya kepikiran bikin kacang bawang. Kakak ipar yang tau saya mau bikin kacang bawang langsung semangat, "Nanti kami kupasin deh, kamu bikin yang banyak." Hadeh.

Sebelum dia menghujani saya dengan kacang tanah, saya tes dululah, membuat kacang bawang dengan menduga-duga kebiasaan ibu saya dalam membuat kacang bawang. Sukses. Sukses merana menikmati aroma rebusan kacang dan bawang putih memenuhi dapur. Ingatan langsung terbang ke masa-masa menjelang lebaran dan kampung halaman. Dan mata pun mulai berkaca-kaca. Kacang bawang membuatku melow, pemirsah.

Kacang Bawang Gurih Renyah Tanpa Santan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...